Tips for Health

Thursday, September 29, 2005

5 Don't when you are sleeping

1. DON'T SLEEP WITH WATCH
Watches can emit a certain level of radioactivity. Though small, but if you wear your watch to bed for a long time, it might have adverse effects on your health.

2. DON'T SLEEP WITH PHONE
Putting the phone beside your bed or anywhere near you is notencouraged.Though some of us will use phones as alarm clocks, but please put the phone as far as possible. Scientists have proved that electrical items including mobile phone and television sets emit magnetic waves when used. These waves can cause disruptions to our nervous system. Therefore if you need to put your mobile phone near you, switch it off first.


3. DON'T SLEEP WITH MAKE UP
People who sleep with make up might have skin problems in the long run. Sleeping with make up will cause the skin to have difficulty inbreathing and problem in perspiring. You will also need a much longertime to go into deep sleep.

4. DON'T SLEEP WITH BRA
Scientists in America have discovered those that wear bras for moreThan 12 hours have a higher risk of getting breast cancer. So go to bed without it.

5. DON'T SLEEP WITH OTHERS' WIFE or OTHERS' MAN
You may never wake up again.

Wednesday, September 21, 2005

Bedah Plastik

Saat bercermin, biasanya bagian matalah yang paling banyak mendapat perhatian. Juga tak dapat dipungkiri, pesona seseorang kerap berasal dari keunikan bentuk matanya. Kalau kemudian ada yang jadi tidak percaya diri karena menilai bentuk matanya kurang sempurna, koreksi mata bisa dilakukan dengan bedah kosmetik.

Bedah Plastik

Karena tujuannya mempercantik mata yang sebetulnya normal, maka tindakan bedah plastik ini disebut juga bedah kosmetik atau operasi blefaroplasti. Tindakan ini mampu menyempurnakan kelopak mata atau meninggikan alis mata yang turun. Umumnya terbagi menjadi dua:

1. Blefaroplasti kelopak atas, yaitu:

* Membuat lipatan kelopak atas bagi yang tidak memiliki lipatan pada kelopaknya. Dilakukan dengan teknik jahitan saja yaitu dengan membuat perlekatan antara jaringan kelopak bagian depan dengan bagian dalam. Banyaknya sekitar 1 atau 3 jahitan tanpa dilakukan penyayatan. Bila kulit agak longgar, harus dilakukan penyayatan. Lipatan kelopak dengan sayatan atau incisi umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan teknik jahitan saja karena jahitan memiliki kemungkinan lepas.

* Membuang lemak yang berlebihan pada kelopak yang gembung.

* Membuang sebagian kulit yang sudah longgar yang umumnya terjadi pada orang-orang di atas umur 40 tahun.

2. Blefaroplasti kelopak bawah, yaitu:

* Membuang lemak yang membuat penampilan kelopak bawah seperti kantong yang menggembung.

PERSIAPAN DAN PERAWATAN

1. Sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan darah. Terutama kadar pembekuaan darah dan kadar gula darah.

2. Jangan bepergian sedikitnya 3 hari setelah melakukan operasi. Dan jagalah bagian yang dioperasi agar jangan sampai terkena debu dan air.

3. Tak ada perawatan khusus yang harus dilakukan. Namun, untuk menjaga kekenyalan kulit sekitar mata, alangkah baiknya bila menggunakan krim mata setiap hari.

MATA ITU PROPORSIONAL JIKA:

* Proporsinya normal terhadap muka yakni memiliki lebar kelopak yang sama dengan lebar hidung.

* Tinggi kelopak mata terlihat normal. Tepi kelopak atas menutupi hitam mata bagian atas kira-kira 2 mm. Tepi kelopak bawah tepat pada bagian bawah hitam mata.

* Lipatan kelopak terlihat jelas dan sesuai dengan bentuk muka. Kulit kelopak tidak menutupi tepi kelopak atau tidak longgar.

* Kelopak bawah tidak menggelembung atau tampak seperti bengkak. Tepi kelopak bawah tidak longgar.

BEDAH REKONSTRUKSI

Selain bedah kosmetik, ada lagi bedah plastik mata yang dinamakan bedah rekonstruksi. Fungsinya memperbaiki kelainan-kelainan yang ada pada kelopak mata, tulang-tulang rongga mata dan sistem saluran air mata. Inilah beberapa kelainan yang dapat diperbaiki melalui bedah rekonstruksi:

1. Kelainan karena trauma atau cedera.
Misalnya, robekan pada kelopak mata. Kelopak mata berfungsi melindungi bola mata. Bila bola mata tidak tertutup, maka mudah mengalami infeksi yang bisa menyebabkan kebutaan.


2. Kelainan karena cedera tulang-tulang rongga mata.
Jika tidak diperbaiki menyebabkan bola mata masuk ke dalam (cekung) maupun menonjol keluar (cembung). Sebaiknya cedera ini diperbaiki dalam waktu tidak lebih dari 2 minggu setelah cedera.

3. Kelainan bawaan, seperti
- Ptosis yakni kelopak mata yang tidak dapat membuka.
- Masuknya bulu mata kelopak bawah ke dalam bola mata.
- Tidak terbukanya saluran air mata.


4. Tumor kelopak atau tumor di belakang bola mata.


5. Kelainan karena proses penuaan, seperti
- Entropion yakni kelopak mata bawah melengkung ke dalam sehingga bulu mata menusuk-nusuk dan memperkeruh bola mata. Umumnya terjadi pada orang-orang tua, karena otot-otot kelopak sudah longgar.


6. Infeksi seperti mata berair dengan pembengkakan pada pangkal hidung. (Nakita)

Konsultan Ahli: dr Darmayanti Siswoyo, SpM, ahli bedah plastik dari Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta.

Tuesday, September 20, 2005

Makanan & Minuman di sekitar kita

Ada dua interaksi yang berhubungan dengan mengkonsumsi obat. Pertama interaksi antara obat dan obat, kedua antara makanan-minuman dan obat. Baik interaksi obat-makanan (food drug interaction), maupun antar obat (drug interaction) sangat berpengaruh terhadap efektivitas obat yang dikonsumsi, sehingga upaya menyembuhan bisa berkurang, tidak bermanfaat, atau bahkan bisa membahayakan si pasien.

Ruang ini, membahas secara singkat mengenai pengaruh makanan-minuman dan obat yang dikonsumsi. Kalau kita mengkonsumsi obat, yang paling baik minumlah dengan air putih, kecuali untuk obat tertentu.

Teh mengandung senyawa tannin
Senyawa tannin itu dapat mengikat berbagai senyawa aktif obat, sehingga sukar diabsorbsi atau diserap dari saluran pencernaan. Bagaimana kalau susu? Susu memiliki sifat dapat menghambat absorbsi zat-zat aktif tertentu terutama antibiotika. Jika obat kurang diabsorbsi, berarti daya khasiat atau kemanjurannya akan berkurang. Sehingga usaha penyembuhan mungkin saja tidak membawa hasil apa-apa. Karena itulah jika Anda sedang mengkonsumsi antibiotika, misalnya ampisilin, amoksilin, kloramfenikol dan lain-lain, sebaiknya Anda jangan minum susu, apalagi kalau minum obat antibiotika tersebut bersama dengan air susu. Jika Anda minum susu juga, sebaiknya tunggu sampai dua jam setelah atau sebelum minum antibotika, agar penyerapan obat antibiotika tersebut di saluran pencernaan tidak terganggu.

Susu mengurangi efek iritasi lambung
Tidak semua obat tidak baik diminum bersama-sama susu. Ada beberapa obat, terutama yang bersifat mengiritasi lambung, dianjurkan untuk diminum bersama susu atau pada waktu makan. Gunanya agar susu dan makanan tersebut dapat mengurangi efek iritasi lambung dari obat yang dikonsumsi. Walaupun susu dan makanan dapat sedikit mengurangi daya kerja obat-obat tersebut, namun efek perlindungannya terhadap iritasi lambung lebih bermanfaat dibandingkan dengan efek penurunan daya kerja obat yang sangat sedikit. Obat-obat seperti ini, contohnya adalah anti inflamasi nonsteroid seperti asetosal dan ibuprofen, yang biasa diberikan untuk meredakan atau mengurangi rasa sakit, nyeri, atau demam. Begitu juga obat-obat kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk meredakan inflamasi (misalnya bengkak atau gatal-gatal), seperti prednison, prednisolon, metilprednisolon dan lain-lain.

Kopi mengandung kafein
Kafein bekerja merangsang susunan syaraf pusat. Jadi, agar efek stimulan terhadap susunan syaraf pusat tidak berlebihan, hindarilah mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, minuman cola dan beberapa merek minuman berenergi (energy drink), ketika Anda sedang menggunakan obat-obat yang juga dapat merangsang susunan syaraf pusat seperti obat-obat asma yang mengandung teofilin atau epinefrin

Alkohol juga sangat berpengaruh
Selain teh, susu dan kopi, minuman beralkohol juga tidak baik diminum apabila Anda sedang meminum obat. Alkohol mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap fisiologis tubuh sehingga dapat mengganggu atau bahkan mengubah respons tubuh terhadap obat yang diberikan. Contohnya obat-obat antihistamin atau antialergi (biasanya diberikan untuk meringankan gejala alergi, flu atau batuk) umumnya menyebabkan mengantuk. Konsumsi antihistamin bersama dengan alkohol akan menambah rasa kantuk dan memperlambat performa mental dan motorik. Alkohol juga akan meningkatkan resiko perdarahan lambung dan kerusakan hati jika dikonsumsi bersama obat-obat penghilang rasa sakit seperti para setamol atau asetaminofen. Alkohol juga dilarang diminm bersama obat penurun tekanan darah tinggi golongan beta-blocker seperti misalnya propranolol.Kombinasi alkohol-propranolol dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dan membayakan jiwa pasien. Tape walaupun sedikit diketahui mengandung alkohol, terutama tape ketan atau beras. Oleh sebab itu hindari atau kurangilah makan tape ketika Anda mengkonsumsi obat-obat yang dapat berinteraksi dengan alkohol seperti yang diuraikan di atas.

Pengaruh makanan atau minuman terhadap obat dapat sangat signifikan atau bisa hampir tidak berarti, tergantung pada jenis obat dan makanan/minuman yang dikonsumsi. Selain itu harus pula difahami bahwa sangat banyak faktor lain yang mempengaruhi interaksi itu, antara lain dosis obat yang diberikan, cara pemberian, umur, jenis kelamin, dan tingkat kesehatan pasien. Apa yang diuraikan dalam ruangan ini baru sebagian kecil saja dari pengaruh interaksi obat-makanan terhadap pengobatan yang dijalani..Nama obat-obat yang disebutkan di atas adalah nama zat berkhasiat atau nama generiknya. Untuk mengetahui lebih jauh apakah obat yang Anda konsumsi mengandung senyawa obat tersebut periksalah komposisi obat pada label atau kemasannya. Jika obat berupa racikan, periksalah nama obat yang ditulis oleh dokter pada resep atau kopi resep yang dapat Anda minta pada petugas Apotik.

Sumber : Indonesian Pharmaceutical Watch

Zat Aktif pada obat Flu

1. Analgesik dan antipiretik
Secara umum obat golongan ini mempunyai cara kerja obat yang dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam. Zat aktif yang memiliki khasiat analgesik sekaligus antipiretik yang lazim digunakan dalam obat flu adalah parasetamol.

2. Antihistamin
Antihistamin adalah suatu kelompok obat yang dapat berkompetisi melawan histamin, yaitu salah satu mediator dalam tubuh yang dilepas pada saat terjadi reaksi alergi. Zat aktif yang termasuk golongan ini antara lain klorfeniramin maleat, deksklorfeniramin maleat.

3. Dekongestan hidung
Dekongestan hidung adalah obat yang mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat - obat yang dapat digolongkan sebagai dekongestan hidung antara lain fenilpropanolamin, fenilefrin, pseudoefedrin, dan efedrin.

4. Ekspektoran dan mukolitik
Ekspektoran dan mukolitik digunakan untuk batuk terdahak, dimaksudkan untuk mempermudah pengeluaran dahak. Zat aktif yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain gliseril guaiakolat, ammonium klorida, dan bromheksin.

5. Antitusif
Antitusif yaitu obat yang bekerja pada susunan saraf pusat menekan pusat batuk dan menaikkan ambang rangsang batuk. Zat aktif yang termasuk antitusif antara lain dekstrometorfan HBr dan difenhidramin HCl (dalam dosis tertentu).